Friday, April 29, 2016

KISAH NABI LUTH 02



Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis pada waktu Subuh.
Dan datanglah penduduk kota itu ke rumah Luth dengan gembira karena kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka janganlah kalian membuatku malu dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuatku terhina."
Mereka berkata, "Dan bukankah kami telah melarangmu dari melindungi manusia ?"
Luth berkata, "Inilah puteri-puteri (negeri)ku. Nikahlah dengan mereka, jika kalian hendak bercampur (dengan cara yang halal)."
Allah berfirman, "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)."
Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota tersebut terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Kami bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota'51 itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (Al Hijr 51-77).
Allah Subhanahu wa ta'ala memberitahukan perihal Ibrahim 'alaihissalam setelah rasa takut hilang dari dirinya dan mendapatkan berita gembira, berupa kelahiran Ishak. Selanjutnya Ibrahim mulai bertanya kepada para malaikat itu soal kedatangan mereka. "Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami diutus kepada kaum-kaum yang berdosa," yaitu kaum Luth. Para malaikat itu memberitahukan akan menyelamatkan keluarga Nabi Luth di tengah-tengah kaumnya kecuali isterinya, karena ia termasuk orang-orang yang dibinasakan.
Para malaikat itu datang kepada Luth dalam sosok pemuda-pemuda yang tampan. "Sesungguhnya kalian ini merupakan orang-orang yang tidak dikenal," papar Luth kepada mereka. Dan mereka menjawab," "Sebenarnya kami datang kepadamu lantaran apa yang senantiasa kaummu dustakan." Yang mereka maksudkan di sini adalah azab, pembinasaan, dan penghancuran mereka yang dari dulu mereka senantiasa meragukan kejadiannya.
Setelah mendengar kedatangan tamu-tamu Nabi Luth, kaumnya itu dengan senang hati datang ke rumahnya. Maka Luth berkata kepada mereka, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku. Maka janganlah kalian membuatku
 Mereka ingin melakukan homoseksual dengan tamu-tamu itu dan mereka memang sudah
pernah mengancam Luth, agar tidak menghalangi mereka dari perbuatan tersebut. .       Yang dimaksud "kota" di sini adalah kota Sadum yang terletak dekat pantai laut tengah.

KISAH NABI LUTH






Dan kaumnya pun datang kepadanya (Luth) dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji (homoseksual). Luth berkata, "Hai kaumku, inilah puteri-puteri (negeri)ku, mereka lebih suci bagi kalian, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian mencemarkan namaku terhadap tamuku ini. Tidakkah ada di antara kalian seorang yang berakal ?"
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa kami tidak mempunyai keinginan'21 terhadap puteri-puterimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki."
Luth berkata, "Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku akan lakukan)."
Para utusan (para malaikat) berkata, "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggumu sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikutmu pada akhir malam, dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang tertinggal kecuali isterimu. Sesungguhnya ia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab adalah pada waktu Subuh. Bukankah waktu Subuh itu sudah dekat ?"
Maka ketika azab Kami datang, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tidak jauh dari orang-orang yang zalim. (Huud 69-83).
Alah Azza wa Jalla memberitahukan kedatangan para malaikat. Setelah memberitahu Ibrahim dan mengabarkan kepadanya bahwa kaum Luth akan dibinasakan pada malam ini, mereka (para malaikat) pun berpamitan kepada Ibrahim untuk menemui Luth 'alaihissalam.
Luth tidak mengetahui bahwa mereka malaikat. Mereka meminta untuk bertamu kepada Luth. Dan ia merasa malu terhadap mereka, lalu berjalan di depan mereka. Selama dalam perjalanan ke rumah, Luth berkata dengan nada menawarkan supaya tidak jadi bertamu, "Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengetahui penduduk negeri di muka bumi ini yang paling buruk kelakuannya kecuali kaumku itu." Luth melangkah lagi sambil mengulangi ucapannya itu kepada mereka. Luth mengulangi ucapannya itu sampai empat kali.
Qatadah berkata, para malaikat diperintahkan supaya tidak membinasakan kaum Luth sebelum Luth memperlihatkan keburukan kaumnya kepada mereka (para malaikat). Para malaikat itu tampil dalam sosok pemuda yang sangat tampan. Akhirnya Luth membawa mereka ke rumahnya. Tidak ada seorang pun di antara kaumnya yang mengetahui keberadaan para malaikat itu kecuali isterinya. Lalu isterinya pergi untuk memberitahu kaumnya. "Maka kaumnya datang kepadanya dengan bergegas-gegas," karena demikian senangnya mendengar berita tersebut.
Firman-Nya, "Luth berkata, 'Hai kaumku, inilah puteri-puteri (negeri)ku, mereka lebih suci bagi kalian.'" Luth menunjukkan mereka kepada anak-anak
Maksudnya, mereka tidak mempunyai nafsu syahwat terhadap wanita.perempuannya, karena Nabi bagi umatnya adalah seperti ayah bagi anaknya. Maka Luth mengarahkan mereka kepada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi mereka di dunia dan di akhirat.
Mujahid mengatakan, "Wanita-wanita yang dimaksudkan bukanlah anak-anak Luth, tetapi mereka adalah umatnya. Setiap Nabi merupakan ayah bagi umatnya."
Ibnu Juraij mengatakan, "Luth menyuruh kaumnya menikahi kaum wanita agar tidak terjadi pertumpahan darah di kalangan mereka."
Selanjutnya Allah Azza wa Jalla memberilahu Nabi Luth bahwasanya ia mengancam mereka dengan ucapannya, "Seandainya aku memiliki kekuatan, " niscaya aku akan menjadikan kalian hina dina dan menindak kalian dengan berbagai tindakanku sendiri.
Pada saat itulah para malaikat memberitahu Luth bahwa dirinya merupakan utusan Allah baginya dan bahwa mereka tidak dapat mengganggunya. "Mereka (para malaikat) berkata, 'Hai Luth, sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu. Sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggumu.'" Para utusan itu menyuruh Luth supaya membawa keluarganya pada akhir malam dan hendaklah ia mengiringkan mereka serta melarang mereka berpaling ke belakang sebagaimana yang diperintahkan Al­lah Ta 'ala, "Dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang berpaling, " ketika kalian mendengar azab yang ditimpakan kepada mereka. Janganlah kalian gentar karena mendengar suara-suara yang memilukan itu. Dan teruslah berjalan. "Kecuali isterimu," para ulama berpendapat bahwa penggalan ayat ini merupakan pengecualian dari pernyataan yang telah ditegaskan sebelumnya, yaitu firman-Nya, "Maka bawalah seluruh keluargamu. "
Isteri dan kaum Nabi Luth 'alaihissalam berdiri di pintu. Luth mencegah dan melarang mereka dari tujuan jahat dan maksud buruk terhadap para malaikat yang menjadi tamu Luth. Kaumnya tidak mundur bahkan mereka mengancam dan mengintimidasi Luth. Pada saat itulah Jibril menghadapi kaum Luth. Ia pukulkan sayapnya ke wajah mereka sehingga pandangan mata mereka menjadi kabur dan kemudian kembali, sedang mereka tidak mengetahui jalan.
Selanjutnya para malaikat itu mendekati Luth guna memberitahu tentang pembinasaan kaumnya sebagai kabar gembira baginya. Para malaikat itu berkata, "Sesungguhnya saat jatuhnya azab adalah pada waktu Subuh. Bukankah waktu Subuh itu sudah dekat ? "
Maka Luth pun menjalankan perintah Tuhannya dengan penuh ketaatan. la bawa seluruh keluarganya kecuali isterinya. la perintahkan mereka agar tidak seorang pun menoleh ke belakang pada saat mereka mendengar azab yang ditimpakan kepada kaumnya itu.
Penimpaan azab itu terjadi pada waktu pagi hari. Pada saat yang sama, negeri kaumnya ini dibalikkan sehingga bagian atas negeri itu menjadi berada di bawah, dan demikian sebaliknya. Kemudian diturunkan hujan batu kuat lagi keras yang menimpa mereka secara bertubi-tubi. Pada setiap batu ditulis nama orang-orang yang akan ditimpanya. Para ulama berpendapat bahwa batu itu diturunkan kepada penduduk yang berada di tempat dan juga yang sedang berada di negeri orang. Ketika salah seorang dari kaum Luth sedang berbincang-bincang dengan orang-orang, tiba-tiba datanglah batu dari langit, lalu menimpa dirinya yang berada di tengah-tengah kerumunan orang-orang itu, dan kemudian
membinasakannya. Batu itu terus menghujani mereka yang berada di negeri-negeri lain sehingga tidak ada seorang pun dari kaum Luth yang tersisa.
Mujahid berkata, Jibril memegang kaum Luth dan membawa mereka berikut ternak dan harta benda mereka. Lalu Jibril mengangkat mereka sehingga penduduk langit mendengar gonggonjun anjing mereka. Kemudian Jibril menghempaskannya.
Qatadah dan ulama-ulama yang lain mengemukakan, pada pagi itu, Jibril mengembangkan sayapnya, dan dengan sayap itu Jibril mengumpulkan segala yang ada di bumi kaum Luth, termasuk di antaranya gedung-gedung, ternak, batu, dan pepohonan, serta segala perkara yang di atasnya. Jibril merengkuh semuanya itu ke dalam sayapnya, lalu memeras dan melipatnya. Selanjutnya Jibril membawanya naik ke langit sehingga penduduk langit mendengar suara manusia dan anjing. Setelah itu Jibril memuntahkannya ke bumi secara terbalik. Maka sebagian yang satu menghancurkan sebagian yang lain. Lalu mereka dilempari batu dari tanah yang sangat keras.
Muhammad bin Ka'ab Al Qurdzi menerangkan, "Negeri kaum Luth itu terdiri dari lima wilayah, yaitu Sadum (Sodom) sebagai wilayah yang terbesar, Shu'bah, Sha'ud, Ghamurah, dan Dauha. Kesemuanya itu dibawa oleh Jibril dengan sayapnya. Kemudian ia membalikkannya dan membunuh serta membinasakannya.
Dan berikutnya, di dalam surat Al Hijr, Allah Ta'ala berfirman:
Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim. Ketika
mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salaam (selamat)."
Nabi berkata, "Sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian."
Mereka berkata, "Janganlah engkau merasa takut, sesungguhnya kami
memberi kabar gembira kepadamu dengan kelahiran seorang anak laki-laki
yang akan menjadi orang yang alim."
Ibrahim berkata, "Apakah kalian memberi kabar gembira padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah terlaksananya berita gembira yang kalian sampaikan ini ?"
Mereka menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang berputus asa."
Ibrahim berkata, "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat."
Ibrahim berkata pula, "Apakah urusan kalian yang penting selain itu, hai para utusan ?"
Mereka menjawab, "Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa, kecuali Luth beserta para pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya, kecuali isterinya, Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama dengan orang-orang kafir lainnya)."
Maka ketika para utusan itu datang kepada kaum Luth beserta para pengikutnya. la berkata, "Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal."
Para utusan menjawab, "Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami sungguh orang-orang yang benar. Maka pergilah kamu pada akhir malam dengan membawa keluagamu dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah seorang pun di antaramu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu."