Dan telah Kami wahyukan
kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis pada waktu
Subuh.
Dan datanglah penduduk kota itu ke rumah Luth
dengan gembira karena kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata,
"Sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka janganlah kalian membuatku malu
dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuatku terhina."
Mereka berkata, "Dan
bukankah kami telah melarangmu dari melindungi manusia ?"
Luth berkata, "Inilah
puteri-puteri (negeri)ku. Nikahlah dengan mereka, jika kalian hendak bercampur
(dengan cara yang halal)."
Allah berfirman, "Demi
umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan
(kesesatan)."
Maka mereka dibinasakan oleh
suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan
bagian atas kota
tersebut terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang
keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
kekuasaan Kami bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. Dan
sesungguhnya kota'51
itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi
orang-orang yang beriman. (Al Hijr 51-77).
Allah Subhanahu wa ta'ala memberitahukan
perihal Ibrahim 'alaihissalam setelah rasa takut hilang dari dirinya dan
mendapatkan berita gembira, berupa kelahiran Ishak. Selanjutnya Ibrahim mulai
bertanya kepada para malaikat itu soal kedatangan mereka. "Mereka
menjawab, 'Sesungguhnya kami diutus kepada kaum-kaum yang berdosa," yaitu
kaum Luth. Para malaikat itu memberitahukan
akan menyelamatkan keluarga Nabi Luth di tengah-tengah kaumnya kecuali
isterinya, karena ia termasuk orang-orang yang dibinasakan.
Para malaikat itu datang kepada Luth dalam sosok pemuda-pemuda
yang tampan. "Sesungguhnya kalian ini merupakan orang-orang yang tidak
dikenal," papar Luth kepada mereka. Dan mereka menjawab," "Sebenarnya
kami datang kepadamu lantaran apa yang senantiasa kaummu dustakan." Yang
mereka maksudkan di sini adalah azab, pembinasaan, dan penghancuran mereka yang
dari dulu mereka senantiasa meragukan kejadiannya.
Setelah mendengar kedatangan
tamu-tamu Nabi Luth, kaumnya itu dengan senang hati datang ke rumahnya. Maka
Luth berkata kepada mereka, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku. Maka
janganlah kalian membuatku
Mereka ingin
melakukan homoseksual dengan tamu-tamu itu dan mereka memang sudah
pernah mengancam Luth, agar tidak menghalangi mereka dari
perbuatan tersebut. . Yang
dimaksud "kota"
di sini adalah kota
Sadum yang terletak dekat pantai laut tengah.
No comments:
Post a Comment