Dan kaumnya pun datang
kepadanya (Luth) dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu
melakukan perbuatan-perbuatan yang keji (homoseksual). Luth berkata, "Hai
kaumku, inilah puteri-puteri (negeri)ku, mereka lebih suci bagi kalian, maka
bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian mencemarkan namaku terhadap
tamuku ini. Tidakkah ada di antara kalian seorang yang berakal ?"
Mereka menjawab,
"Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa kami tidak mempunyai keinginan'21
terhadap puteri-puterimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang
sebenarnya kami kehendaki."
Luth berkata,
"Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku
dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku akan lakukan)."
Para utusan (para malaikat)
berkata, "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu,
sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggumu sebab itu pergilah dengan
membawa keluarga dan pengikut-pengikutmu pada akhir malam, dan janganlah ada
seorang pun di antara kalian yang tertinggal kecuali isterimu. Sesungguhnya ia
akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab
adalah pada waktu Subuh. Bukankah waktu Subuh itu sudah dekat ?"
Maka ketika azab Kami datang,
Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan
Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,
yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tidak jauh dari orang-orang
yang zalim. (Huud 69-83).
Alah Azza wa Jalla memberitahukan
kedatangan para malaikat. Setelah memberitahu Ibrahim dan mengabarkan kepadanya
bahwa kaum Luth akan dibinasakan pada malam ini, mereka (para malaikat) pun
berpamitan kepada Ibrahim untuk menemui Luth 'alaihissalam.
Luth tidak mengetahui bahwa
mereka malaikat. Mereka meminta untuk bertamu kepada Luth. Dan ia merasa malu
terhadap mereka, lalu berjalan di depan mereka. Selama dalam perjalanan ke
rumah, Luth berkata dengan nada menawarkan supaya tidak jadi bertamu,
"Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengetahui penduduk negeri di muka
bumi ini yang paling buruk kelakuannya kecuali kaumku itu." Luth melangkah
lagi sambil mengulangi ucapannya itu kepada mereka. Luth mengulangi ucapannya
itu sampai empat kali.
Qatadah berkata, para
malaikat diperintahkan supaya tidak membinasakan kaum Luth sebelum Luth
memperlihatkan keburukan kaumnya kepada mereka (para malaikat). Para malaikat itu tampil dalam sosok pemuda yang sangat
tampan. Akhirnya Luth membawa mereka ke rumahnya. Tidak ada seorang pun di
antara kaumnya yang mengetahui keberadaan para malaikat itu kecuali isterinya.
Lalu isterinya pergi untuk memberitahu kaumnya. "Maka kaumnya datang
kepadanya dengan bergegas-gegas," karena demikian senangnya mendengar
berita tersebut.
Firman-Nya, "Luth
berkata, 'Hai kaumku, inilah puteri-puteri (negeri)ku, mereka lebih suci bagi
kalian.'" Luth menunjukkan mereka kepada anak-anak
Maksudnya,
mereka tidak mempunyai nafsu syahwat terhadap wanita.perempuannya, karena Nabi
bagi umatnya adalah seperti ayah bagi anaknya. Maka Luth mengarahkan mereka
kepada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi mereka di dunia dan di akhirat.
Mujahid mengatakan,
"Wanita-wanita yang dimaksudkan bukanlah anak-anak Luth, tetapi mereka
adalah umatnya. Setiap Nabi merupakan ayah bagi umatnya."
Ibnu Juraij mengatakan,
"Luth menyuruh kaumnya menikahi kaum wanita agar tidak terjadi pertumpahan
darah di kalangan mereka."
Selanjutnya Allah Azza wa
Jalla memberilahu Nabi Luth bahwasanya ia mengancam mereka dengan
ucapannya, "Seandainya aku memiliki kekuatan, " niscaya aku
akan menjadikan kalian hina dina dan menindak kalian dengan berbagai tindakanku
sendiri.
Pada saat itulah para
malaikat memberitahu Luth bahwa dirinya merupakan utusan Allah baginya dan
bahwa mereka tidak dapat mengganggunya. "Mereka (para malaikat)
berkata, 'Hai Luth, sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu. Sekali-kali
mereka tidak akan dapat mengganggumu.'" Para
utusan itu menyuruh Luth supaya membawa keluarganya pada akhir malam dan
hendaklah ia mengiringkan mereka serta melarang mereka berpaling ke belakang
sebagaimana yang diperintahkan Allah Ta 'ala, "Dan janganlah ada
seorang pun di antara kalian yang berpaling, " ketika kalian mendengar
azab yang ditimpakan kepada mereka. Janganlah kalian gentar karena mendengar
suara-suara yang memilukan itu. Dan teruslah berjalan. "Kecuali
isterimu," para ulama berpendapat bahwa penggalan ayat ini merupakan
pengecualian dari pernyataan yang telah ditegaskan sebelumnya, yaitu
firman-Nya, "Maka bawalah seluruh keluargamu. "
Isteri dan kaum Nabi Luth 'alaihissalam
berdiri di pintu. Luth mencegah dan melarang mereka dari tujuan jahat dan
maksud buruk terhadap para malaikat yang menjadi tamu Luth. Kaumnya tidak
mundur bahkan mereka mengancam dan mengintimidasi Luth. Pada saat itulah Jibril
menghadapi kaum Luth. Ia pukulkan sayapnya ke wajah mereka sehingga pandangan
mata mereka menjadi kabur dan kemudian kembali, sedang mereka tidak mengetahui
jalan.
Selanjutnya para malaikat itu
mendekati Luth guna memberitahu tentang pembinasaan kaumnya sebagai kabar
gembira baginya. Para malaikat itu berkata, "Sesungguhnya
saat jatuhnya azab adalah pada waktu Subuh. Bukankah waktu Subuh itu sudah
dekat ? "
Maka Luth pun menjalankan
perintah Tuhannya dengan penuh ketaatan. la bawa seluruh keluarganya kecuali
isterinya. la perintahkan mereka agar tidak seorang pun menoleh ke belakang
pada saat mereka mendengar azab yang ditimpakan kepada kaumnya itu.
Penimpaan azab itu terjadi
pada waktu pagi hari. Pada saat yang sama, negeri kaumnya ini dibalikkan
sehingga bagian atas negeri itu menjadi berada di bawah, dan demikian
sebaliknya. Kemudian diturunkan hujan batu kuat lagi keras yang menimpa mereka
secara bertubi-tubi. Pada setiap batu ditulis nama orang-orang yang akan
ditimpanya. Para ulama berpendapat bahwa batu
itu diturunkan kepada penduduk yang berada di tempat dan juga yang sedang
berada di negeri orang. Ketika salah seorang dari kaum Luth sedang
berbincang-bincang dengan orang-orang, tiba-tiba datanglah batu dari langit,
lalu menimpa dirinya yang berada di tengah-tengah kerumunan orang-orang itu,
dan kemudian
membinasakannya. Batu itu
terus menghujani mereka yang berada di negeri-negeri lain sehingga tidak ada
seorang pun dari kaum Luth yang tersisa.
Mujahid berkata, Jibril
memegang kaum Luth dan membawa mereka berikut ternak dan harta benda mereka.
Lalu Jibril mengangkat mereka sehingga penduduk langit mendengar gonggonjun
anjing mereka. Kemudian Jibril menghempaskannya.
Qatadah dan ulama-ulama yang
lain mengemukakan, pada pagi itu, Jibril mengembangkan sayapnya, dan dengan
sayap itu Jibril mengumpulkan segala yang ada di bumi kaum Luth, termasuk di
antaranya gedung-gedung, ternak, batu, dan pepohonan, serta segala perkara yang
di atasnya. Jibril merengkuh semuanya itu ke dalam sayapnya, lalu memeras dan
melipatnya. Selanjutnya Jibril membawanya naik ke langit sehingga penduduk
langit mendengar suara manusia dan anjing. Setelah itu Jibril memuntahkannya ke
bumi secara terbalik. Maka sebagian yang satu menghancurkan sebagian yang lain.
Lalu mereka dilempari batu dari tanah yang sangat keras.
Muhammad bin Ka'ab Al Qurdzi
menerangkan, "Negeri kaum Luth itu terdiri dari lima wilayah, yaitu Sadum (Sodom) sebagai wilayah yang terbesar,
Shu'bah, Sha'ud, Ghamurah, dan Dauha. Kesemuanya itu dibawa oleh Jibril dengan
sayapnya. Kemudian ia membalikkannya dan membunuh serta membinasakannya.
Dan berikutnya, di dalam surat Al Hijr, Allah Ta'ala
berfirman:
Dan kabarkanlah kepada mereka
tentang tamu-tamu Ibrahim. Ketika
mereka masuk ke tempatnya,
lalu mereka mengucapkan, "Salaam (selamat)."
Nabi berkata,
"Sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian."
Mereka berkata,
"Janganlah engkau merasa takut, sesungguhnya kami
memberi kabar gembira
kepadamu dengan kelahiran seorang anak laki-laki
yang akan menjadi orang yang
alim."
Ibrahim berkata, "Apakah
kalian memberi kabar gembira padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara
bagaimanakah terlaksananya berita gembira yang kalian sampaikan ini ?"
Mereka menjawab, "Kami
menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau
termasuk orang-orang yang berputus asa."
Ibrahim berkata, "Tidak
ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang
sesat."
Ibrahim berkata pula,
"Apakah urusan kalian yang penting selain itu, hai para utusan ?"
Mereka menjawab, "Kami
sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa, kecuali Luth beserta para
pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya, kecuali
isterinya, Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang
yang tertinggal (bersama dengan orang-orang kafir lainnya)."
Maka ketika para utusan itu
datang kepada kaum Luth beserta para pengikutnya. la berkata,
"Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal."
Para utusan menjawab, "Sebenarnya kami ini datang kepadamu
dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan
sesungguhnya kami sungguh orang-orang yang benar. Maka pergilah kamu pada akhir
malam dengan membawa keluagamu dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah
seorang pun di antaramu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat
yang diperintahkan kepadamu."

No comments:
Post a Comment